Membangun Mobile-App dengan Azure

Pada postingan ini, kita akan membahas tentang membangun sebuah mobile-app menggunakan Azure. Mungkin bahasanya agak sedikit rancu ya, kita tidak akan membangun mobile-app murni dengan Azure, tetapi akan menggunakan Azure sebagai back-end service dari mobile-app milik kita.

Apa itu back-end service? Perhatikan bagan di bawah:

mobile-services-diagram_thumb_6a266d81

Ketika aplikasi kita yang berjalan di suatu device (bisa berupa laptop, smartphone, tablet, dll) memerlukan data dari database, aplikasi tersebut memerlukan sebuah layanan (service) yang dapat mengambil data sesuai permintaan aplikasi tersebut, kemudian memberikannya kepada aplikasi tersebut. Karena layanan ini berjalan di belakang layar (pengguna aplikasi yang tidak mendalami IT tidak mengetahuinya), ia disebut back-end service.

Mengapa kita memerlukan back-end service? Aplikasi pada umumnya tidak dapat secara langsung mengambil data dari database, karena itu diperlukan sebuah layanan yang dapat mengambil data, dan menerjemahkannya ke bentuk yang dapat dikenali oleh aplikasi tersebut. Format yang umum digunakan adalah XML dan JSON.

Nah, setelah tahu sedikit mengenai mobile-app, mari kita coba buat sebuah back-end service untuk mobile app pada portal Azure! Kita akan membuat sebuah aplikasi to-do list sederhana dengan template dari Microsoft.

Pertama, buat sebuah Mobile App baru di Azure.

gadfi88

Setelah deployment selesai, kita masuk ke bagian Quick Start. Jika platform sesuai keinginan. Sebenarnya ingin memilih platform Windows, tetapi untuk mengembangkan aplikasi di platform windows, harus menginstall 16 GB extension untuk Visual Studio Community 2015, laptop saya tidak memiliki space lagi untuk saat ini (jadi curcol). Kebetulan saya sudah punya Android Studio, maka saya memilih platform Android.

7ymuo2r

Kemudian, back-end service ini harus dihubungkan ke sebuah database. Pada halaman berikutnya, kita akan diminta untuk menciptakan database baru, ataupun memakai database yang sudah ada. Untuk tutorial ini, kita akan menciptakan database baru.

01hpe0f

Buat sebuah SQL Database baru sesuai petunjuk dari Azure.

Setelah sukses, akan muncul notifikasi seperti ini:

r3dhmge

Kemudian, (lihat gambar) ceklis pada nomor 1, kemudian klik pada nomor 2. Ini akan menciptakan tabel ToDoItems pada database milik kita. Terakhir, kita klik pada nomor 3 untuk mendownload project Android Studio yang sudah dikonfigurasi untuk kita.

ezt6gor

Setelah didownload, extract isi dari file yang didownload tersebut. Kemudian lakukan import project ke folder tersebut pada Android Studio.

gogltw0

Generate lah file .apk nya, agar dapat di-install ke suatu device Android. Jika anda belum membuat sebuah Keystore, maka anda perlu membuatnya.

nta1em7

Setelah proses generate selesai, akan tercipta sebuah file bernama “app-release.apk”. Install lah file ini di device android anda.

Hasil:

Screenshot_2016-03-08-16-04-45

Nah, begitulah sedikit perkenalan mengenai menggunakan Azure sebagai back-end service untuk mobile-app. Jangan lupa bahwa pada tutorial ini kita hanya menggunakan template To-Do list sederhana dari Microsoft. Jika kita ingin membuat mobile-app kita sendiri, tentu kita dapat mengatur back-endnya sesuai keinginan kita.

Selamat berkreasi 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s